Rabu, 06 Mei 2015

PATRIOTISME DAN NASIONALISME DARI MUSEUM KOTA TUA

PATRIOTISME DAN NASIONALISME DARI MUSEUM KOTA TUA

         A. MUSEUM SEJARAH JAKARTA



a. SEJARAH GEDUNG
Museum Sejarah Jakarta pada mulanya digunakan sebagai gedung Balaikota (Stadhuis). Gedung ini merupakan gedung Balaikota kedua yang dibangun pada masa pemerintahan VOC di Batavia. Pada tanggal 27 April 1626, Gubernur Jenderal Pieter de Carpentier (1623-1627) memutuskan untuk menbangun gedung balaikota yang baru ini kemudian direnovasi pada tanggal 25 Januari 1707 di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Joan van Hoorn dan selesai direnovasi pada tanggal 10 Juli 1710 di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Abraham van Riebeeck.
Selain sebagai Balaikota, gedung ini juga berfungsi sebagai Pengadilan, Kantor Catatan Sipil, tempat warga beribadah di hari Minggu, dan Dewan Kotapraja (College van Scheppen). Pada tahun 1925-1942 gedung ini juga dimanfaatkan sebagai Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pada tahun 1942-1945 dipakai untuk kantor pengumpulan logistik Dai Nippon. Tahun 1952 dipakai sebagai Markas Komando Militer Kota (KMK) I yang kemudian menjadi Kodim 0503 Jakarta Barat. Setelah itu pada tahun 1968 gedung ini diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta dan kemudian dijadikan sebagai Museum pada tahun 1974.
b. SEJARAH MUSEUM
Museum Sejarah Jakarta yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No.1, Jakarta Barat, adalah sebuah lembaga museum yang memiliki sejarah yang cukup panjang. Pada tahun 1919, dalam rangka 300 tahun berdirinya kota Batavia, warga kota Batavia khususnya Belanda mulai tertarik dengan sejarah kota Batavia. Pada tahun 1930 didirikanlah sebuah yayasan yang bernama Oud Batavia (Batavia Lama) yang bertujuan untuk mengumpulkan segala ihwal tentang sejarah kota Batavia. Maka pada tahun 1936, Museum Oud Batavia diresmikan oleh Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (1936-1942). Museum ini dibuka untuk umum pada tahun 1939.
Museum Oud Batavia ini menonjolkan peninggalan-peninggalan Belanda yang bermukim di Batavia sejak awal abad XVI. Koleksi tersebut terdiri dari:
  1. Mebel
  2. Perabot rumah tangga
  3. Senjata
  4. Keramik
  5. Peta
  6. Buku-buku
Museum Oud Batavia ini adalah sebuah lembaga swasta yang berada dibawah naungan Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Ikatan Batavia untuk Seni dan Ilmu Pengetahuan) yang didirikan pada tahun 1778 yang berjasa juga dalam mendirikan Museum Nasional.
Pada masa kemerdekaan, Museum Oud Batavia berubah nama menjadi Museum Djakarta Lama dibawah naungan LKI (Lembaga Kebudayaan Indonesia) dan pada tahun 1968 Museum Djakarta Lama diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta. Setelah Museum Sejarah Jakarta diresmikan pada tanggal 30 Maret 1974, maka seluruh koleksi dari Museum Djakarta Lama dipindahkan ke Museum Sejarah Jakarta dan ditambah dengan koleksi dari Museum Nasional.
Untuk meningkatkan kinerja dan penampilannya, sejak tahun 1999 Museum Sejarah Jakarta bertekad untuk menjadikan Museum ini bukan sekedar tempat untuk merawat dan memamerkan benda yang berasal dari masa penjajahan, tetapi harus bisa menjadi tempat bagi semua orang baik bangsa Indonesia maupun bangsa asing, anak-anak maupun orang dewasa bahkan untuk penyandang cacat untuk menambah pengetahuan dan pengalaman tentang sejarah kota Jakarta, serta dapat dinikmati sebagai tempat rekreasi.
Untuk itu Museum Sejarah Jakarta berusaha menyediakan informasi mengenai perjalanan panjang sejarah kota Jakarta, sejak masa prasejarah hingga masa kini dalam bentuk yang lebih kreatif. Selain itu, sebagai pusat pertemuan budaya dari berbagai kelompok suku baik dari dalam maupun luar Indonesia dan sejarah kota Jakarta seutuhnya. Museum Sejarah Jakarta juga selalu berusaha menyelenggarakan kegiatan yang rekreatif sehingga dapat menarik perhatian pengunjung untuk mengetahui sejarah kota Jakarta dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya warisan budaya.
Alamat:
Museum Sejarah Jakarta Jl. Taman Fatahillah No. 1
Jakarta 11110
Telp. 021 692 9101
Fax. 021 690 2387
Jam Kunjungan:
Selasa-Minggu 09.00-15.00
Tiket:
Dewasa Rp 5.000,00
Mahasiswa Rp 3.000,00
Anak-anak Rp 1.000,00
                                                       








              Pemahaman Kebudayaan Melalui Museum

Masyarakat dan kebudayaan adalah ibarat mata uang yang satu sisinya berupa ungkapan sistem sosial dan sisi lainnya adalah sistem budaya. Interaksi alam fisik dan manusia melalui masa dan ruang membina pelbagai insitusi sosial dan budaya yang selaras dengan keperluan hidup masyarakat, sedangkan pelbagai insitusi sosial dan budaya adalah respon manusia untuk menyelesaikan pelbagai masalah dan memenuhi desakan hidup sambil bersedia menghadapi tantangan mendatang. Bahan-bahan dari segala macam institusi sosial tidak hanya dilihat sebagai himpunan warisan masa lampau,. Tetapi petanda dinamika dan sumber daya yang mampu beradaptasi dengan desakan, baik dalam maupun luar sistem sosial budaya itu sendiri.
Aspek kebudayaan masyarakat secara universal dapat diamati kehadirannya di setiap masyarakat. Kebudayaan adalah wujud daya cipta, rasa, dan karsa manusia. Kebudayaan adalah hal penting yang menghubungkan manusia dengan lingkungannya. Kebudayaan juga menjadi blue print atau pedoman bagi manusia. Dengan kebudayaan inilah manusia tampak berbeda dengan binatang. Dengan kebudayaan, manusia dapat bertahan dan melangsungkan hidupnya.
Ada beberapa cara kita dapat mengetahui kebudayaan masyarakat. Salah satu cara yang dilakukan seseorang atau kelompok untuk mengetahui gambaran kebudayaan masyarakat setempat adalah dengan datang ke museum. Hal itu karena di museumlah mereka dapat melihat gambaran tentang sebuah peradaban budaya daerah, baik zaman purbakala maupun di zaman modern.
Perkembangan museum di Indonesia saat ini dapat dikatakan cukup bagus, tetapi tentu memerlukan peningkatan-peningkatan agar Indonesia sebagai bangsa yang menghargai hasil karya pendahulunya dan melestarikan warisan budaya leluhur sehingga museum sebagai fasilitator masyarakat dengan peradaban budaya dapat diwujudkan. Museum juga diharapkan mampu menjadi mediator yang tidak membedakan kebudayaan antardaerah, tetapi tercipta peradaban yang multikultural, yaitu menjadikan perbedaan budaya menjadi suatu warna yang meramaikan khasanah kebudayaan bangsa sebagai identitas bangsa. Itulah peran museum. Lalu, seberapa besarkah peran museum saat ini?
Museum diharapkan tidak hanya sekedar memantulkan perubahan-perubahan yang ada di lingkungan, tetapi juga sebagai media untuk menunjukkan perubahan sosial serta pertumbuhan budaya dan ekonomi. Museum berperan dalam proses transformasi yang mewujudkan perkembangan struktur intelektual dan tingkat kehidupan yang membaik. Perkembangan tersebut tentu disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang bersangkutan dalam bahasa dan budayanya masing-masing. Inilah makna yang ingin disampaikan dan di transkripsikan oleh museum lewat benda yang disajikan atau dipamerkan sebagai instrumen memahami masyarakat pendukungnya.
Museum dalam bentuk apapun, baik secara ilmiah, seni maupun sejarah tentu tidak sekedar dibicarakan dalam artian teoritis semata. Museum diharapkan berarti praktis yang dapat diimplementasikan dengan kisaran jumlah publik yang tidak sedikit. Dengan demikian, bicara mengenai museum sebagai media komunikasi massa harus mendapatkan klaim dari semua golongan masyarakat. Museum tidak hanya diklaim menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi sangat perlu didukung oleh para akademisi, peneliti, bahkan pengusaha. Jadi, peran museum diharapkan dapat mendukung pembangunan nasional, pembangunan masyarakat seluruhnya dan seutuhnya. Kita harus terus ingat bahwa pembangunan ataupuin modernisasi bukan sekedar know what, tetapi proses know how.

C.    Berperan dalam Memerankan Peran Museum

Apa yang patut segera dilakukan agar museum berperan demikian? Museum tidak boleh menjadi lembaga yang pasif, tetapi sebaliknya museum harus peserta aktif dalam pembangunan. Bisa diungkapkan atau menggunakan slogan museum –out-reach goal dengan bahasa bahwa apabila publik tidak datang ke museum, maka museumlah yang datang ke publik. Museum harus mampu menghadapi tantangan global di mana kontak antarbudaya tidak dapat dielakkan, termasuk berani menghadapi ‘image” museum yang dianggap kuna dan antik, kemudian mengubahnya menjadi sesuatu yang menyenangkan. Mengubah image ibarat pepatah Bagai Mengubah Tekuk, yang berarti mengubah kebiasaan tidaklah mudah, tetapi yakinlah bahwa jika itu dilakukan terus menerus dilakukan akan berhasil ibarat pepatah Belakang Parang pun Kalau Diasah Akan Tajam.
Benda-benda koleksi yang dipamerkan harus dirancang sedemikian rupa termasuk menunjukkan adanya isu-isu masa kini yang berjalan dengan fakta sejarah. Kegiatan yang dilakukan di museum tidak sekedar melihat benda koleksi yang indah, tetapi bagaimana agar yang datang ke museum pulang tetapi ingin kembali datang ke museum karena museum dianggap mempunyai daya tarik tersendiri. Ada yang mem buat saya cukup bangga saat ini, sudah cukup banyak pengelola museum yang membolehkan museumnya digunakan untuk acara-acara kegiatan kemasyarakatan, melakukan seminar untuk mengasah intelektual, dan yang terpenting museum tidak digunakan untuk sebagian kecil orang saja.
Paradigma tersebut tentu agak kontraversial dengan pemikiran terdahulu yang melihat museum sebagai tempat yang dipenuhi roh-roh leluhur yang menyeramkan. Pada hakikatnya museum dapat bersifat profan pada batas-batas tertentu tanpa harus menghilangkan nilai sakral yang berada di dalamnya jika itu memang yang sesuai dengan kondisi masyarakatnya. Pengelola museum tak perlu merasa terbebani dengan peran museum yang meluas, tidak sekedar menjadi tempat barang-barang sejarah itu diletakkan, karena ada yang lebih penting dari itu yaitu bagaimana nilai sejarah dari benda itu dapat tersampaikan kepada masyarakat.
Dengan demikan, tentu museum bukanlah komoditas privat bagi sebagian orang, tetapi milik masyarakat bersama yang ingin mengetahui dan mendapatkan kepuasan mendalam dan kenikmatan dengan datang ke museum. Museum dapat menjadi media yang efektif untuk menyajikan proses pembangunan hasil-hasilnya dapat dimengerti oleh masyarakat. Museum membantu mengintegrasikan perubahan dalam masyarakat dan menciptakan keseimbangan dalam peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat dan terus melestarikan kepribadian suatu bangsa melalui nilai-nilai dan pola-pola budaya yang terkandung di dalamnya. Di sinilah peran museum yang tidak sekedar sebagai sarana hiburan, tetapi media untuk menancapkan nilai dan semangat yang mengakar umbi sebagai wadah patriotisme dan nasionalisme yang terancam dengan landaan globalisasi.
Dalam menghadapi krisis global, museum juga harus berani melangkah. Museum seharusnya tidak membatasi diri dengan pengkategorian museum sebagai kebudayaan material yang dimiliki segelintir orang yang menyukai keindahan, tetapi harus mampu mengintegrasikan multidisiplin ilmu dalam menampilkan perkembangan dan keterkaitan kebudayaan masyarakat sesuai dengan ekologi dunia, splendid isolation yang tetap terbungkus menyenangkan . Kompleksitas dalam perkembangan disiplin ilmu harus diakui dan dihadapi dengan bijak. Artinya, perlu pikiran positif untuk mengakui keterkaitan disiplin ilmu satu sama lain sehingga dapat terwujud kerjasama tim yang maksimal, termasuk dalam mengomunikasikan peran dan fungsi museum.
Bahkan, tak perlu fobia untuk menerapkan kretaivitas dan menerima inovasi dalam ilmu permuseuman sehingga peran museum sebagai edukasi yang bertanggung jawab bagi suatu bangsa dapat terwujud. Sebagai contoh, pandangan masyarakat terhadap museum yang mencerminkan teknologi tradisional tidak menyangkal adanya teknologi modern dalam perkembangannya. Pengemasan museum yang disesuaikan dengan konteks waktu dan ruang yang tepat dapat membantu meningkatkan pengertian sebagai proses produksi dan pemenuhan kebutuhan dengan menyajikan teknologi baru yang tepat guna yang mendukung terpeliharanya keserasian dalam pembangunan. Di negara maju, seperti negara di kawasan Eropa ataupun Amerika, museum memegang peranan yang berhasil membangkitkan kesadaran yang kolektif dan tindakan kebijaksanaan yang baru terhadap perkembangan industralisasi tetapi tetap mencerminkan keserasian lingkungan.
Tugas museum memang seharusnya dapat membantu proses pembangunan yang tetap bertanggung jawab dengan permasalahan ekologi. Museum harus terus menjadi cermin identitas suatu bangsa dan inspirasi bagi masyarakat. Museum dapat berpera serta secara penuh untuk mengomunikasikan secara efektif pengaruh peradaban manusia bagi ekosistem. Museum harus dapat menjadi proyeksi bagi perkembangan zaman, tetapi tetap menjaga stabilitas dan produktivitas masyarakat. Museum perlu merefleksikan diri sebagai tempat yang menggambarkan pusat penelitian, pusat multi media, dan pusat pendidikan dalam melestarikan kebudayaan masyarakat. Namun, harus diingat bahwa pelaksanaan pendidikan atau process of enculturation di museum tidak dapat dijelaskan secara efektif tanpa kerja sama yang erat dan koordinasi dengan lembaga-lembaga lainnya.
Sekali lagi, dalam pelaksanaannya memerlukan integrasi inter-disiplin, program, dan metode. Museum dapat bertindak sebagai fasilitator dan katalisator bagi riset kebudayaan masa lampau sekaligus masa kini di semua ranah, baik lokal, nasional, regional, dan global. Museum integral atau interdisiplin ini tidak untuk mengingkari nilai-nilai museum yang telah ada dan juga tidak meninggalkan prinsip-prinsip museum. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, misalnya kemunculan internet justru harus mampu mendukung pemasaran museum sebagai sumber informasi untuk memberi penerangan dalam menyadarkan identitas suatu bangsa yang menghargai hasil karyanya.


D.Strategi Menyegarkan Museum

Tantangan yang dihadapi untuk membuat museum yang hidup, apalagi “lincah” yang berdendang seirama dengan masyarakat lingkungannya memang tidaklah mudah, tetapi tetap harus dilakukan usaha yang maksimal. Penghayatan falsafi tentang dasar serta tujuan penyelenggaraan dan pengelolaan museum tentu harus diperhatikan dan dipahami secara komprehensif dengan implementasi sikap yang diorientasikan pada kepentingan public, pemahaman dan karakteristik sosial budaya daerah, dan terus up to date dengan seluruh hal yang aktual bagi masyarakat dan lingkungannya serta kajian yang serius dan terus menerus terhadap museum. Hal ini tentu berkait dengan pokok permuseuman, di mana pengelola dan penyelenggaran museum tak lepas dengan museum itu sendiri, museum terkait dengan koleksi, dan koleksi dinikmati oleh publik. Dengan demikian, yang tidak boleh dilupakan dan perlu segera diwujudkan adalah membentuk leadership dalam permuseuman.
Seorang pemimpin dibutuhkan sebagai figur yang mampu menatap masa depan yang mempunyai keberanian mengevaluasi diri untuk menyegarkan museum. Namun, pada hakikatnya kita semualah pemimpin yang termaksud itu, pemimpin yang berkomitmen dengan berkontribusi memasarkan kekayaan milik bangsa. Pemimpin yang sadar menyadarkan betapa penting peran museum sebagai sumber daya potensial memajukan bangsa. Akhirnya, kita semua adalah pemimpin yang harus bertanggungjawab terhadap perkembangan museum yang membutuhkan manajemen yang tepat dan profesionalisme.
Manajemen permuseuman tersebut dapat dilakukan melalui beberapa faktor dasar pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan.
1.      Manusia
Manusia sebagai subjek pendukung sekaligus pencipta dan tujuan pemeliharaan kebebasan untuk berkreativitas. Manusia yang berbudaya adalah yang menghindari terkristalnya gaya hidup reifikasi, manipulasi, frgamentasi berlebihan, dan individualisasi berlebihan. Tidak reifikasi, artinya, manusia dalam permuseuman seharusnya tidak mengukur segala sesuatu berdasarkan material semata atau kuantitas saja, tetapi harus mampu dipersiapkan secara kualitas (qualified oriented) dan berorientasi pada tujuan dan masa depan (goal and future oriented). Tidak manipulasi artinya persepsi yang dibangun bukan sekedar peran media mengkontruksikan peranan museum, tetapi timbulnya kesadaran yang mendalam pentingnya keberadaan museum.Tidak fragmentasi berlebihan artinya tidak terjadi kesombongan jika individu mempunyai posisi jabatan, kedudukan, kekuasaan dalam menyelenggarakan dan mengelola museum, tetapi perlu diwujudkan rasa pentingnya belajar teru8s menerus dalam mengembangkan museum. Tidak individualisasi artinya tidak egois dalam membangun dan mengembangkan museum dan tidak serakah atau bertindak dalam pengelolaan museum.
2.      Lingkungan
Lingkungan adalah medan mansia berjuang melalui karyanya. Dengan demikian, lingkunggn adalah pendukung keberhasilaan kegiatan pemuseuman.
3.      Peralatan
Teknologi harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya agar dapat mendukung kelangsungan kegiatan yang ada di museum dalam mengembangkan museum.
4.      Komunitas
Karya manusia ditampung oleh kolektivitas menjadi warisan budaya bersama. Demikian pula dengan karya manusia masa lampau sangat diperlukan suatu kolektif manusia agar karya tersebut dapat dinikmati bersama untuk genberasi sekarang bahkan mendatang. Komunitas yang mencintai museum sangat diperlukan agar warisan budaya tetap lestari.
Review: Museum Masa Kini
Museum dalam masyarakat masa kini adalah fenomena yang kompleks, yaitu museum sebagai medium yang multifungsional. Museum masa kini identik dengan sebuah perusahaan yang dilengkapi sarana dan prasarana. Ruangan koleksi dalam museum perlu dikelola seteliti mungkin dengan perlengkapan teknologi mutakhir di bidang preservasi. Museum masa kini dilengkapi laboratorium konservasi dengan metode penyajian yang masa kini pula. Museum masa kini harus memperhatikan pelbagai metode komunikasi dan pengumpulan data serta penyaluran informasi yang maksimal. Di sini orang di museum harus bicara tentang multifungsi museum dengan metode visualisasi dan interpretasi yang ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan. Seperti yang dikatakan oleh ahli museum Amerika Serikat, Paereker, yang menyatakan tugas utama museum untuk menafsirkan manusia, alam, dan hasil karyanya. Hal ini berarti museum berperan dalam membentuk cermin positif kebudayaan dan peradaban manusia.
Kegiatan dalam museum masa kini memerlukan kegiatan riset yang merupakan suatu mata rantai yang tidak putus sebagai upaya untuk memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin kepada masyarakat. Museum masakini tidak ada lagi yang merasa dirinya dapat berdiri sendri, tetapi semua museum di seluruh dunia sudah masuk suatu sistem jaringan hubungan kerja sebagai bidang kegiatan edukasi cultural. Image atau kesan adalah gambaran yang terekam dalam ingatan seseorang tentang suatu hal yang didengar ataupun dilihat, baik langsung maupun tidak langsung.
Pendapat tentang museum kota tua menurut kelompok

Kami di Wisata Kota Tua


Travelling ke Museum Fatahillah bersama teman itu seru dan menarik, selain wisata murah juga bisa menambah pengetahuan tentang sejarah Batavia serta melihat barang antik peninggalan zaman dahulu. Untuk masuk ke Museum Fatahillah Jakarta di tahun 2015 biaya tiket masuk Rp 3000 saja dengan memakai KTM alias Kartu mahasiswa. Untuk sekarang tiket masuk ke Museum Fatahillah Rp 5000 untuk dewasa. Nah bagi yang belum pernah masuk ke dalam Museum Fathillah semoga referensi catatan perjalanan kami ke Museum Fathillah dapat memberikan gambaran tentang isi Musuem Fatahillah.
           

 



           

a.   
















aa   


         a.      Prasasti
Masuk ke dalam museum kami sudah melihat patung tempat eksekusi gantung diri kemudian di lantai dasar terdapat patung mirip singa putih, peralatan masak tradisional, bebatuan, hingga ke Prasasti dengan telapak kaki.  Isi dari Museum Fatahillah berupa mebel antik dari abad 17 hingga ke 19, keramik, gerabah, beberapa prasasti, replika peninggalan Kerajaan Tarumanegara dan Pajajaran, becak, numismastik, hingga Patung Hermes.





                                      























bb. Penjara Wanita dan Penjara Pria
Penjara wanita ini terletak di pintu belakang sebelah kanan museum Fatahillah. Penjara wanita ini berukuran sangat kecil, sehingga ketika kami ingin melihatnya kami harus menunduk kebawah karena penjara ini terdapat di semacam ruang bawah tanah. Di dalam penjara itu hanya muat sekitar 20-30 orang. Penjara ini hanya ada satu dan tidak tertata. Di dalam penjara wanita ini juga terdapat genangan air, gelap dan hanya ada satu jendela yang di buka saat siang hari. Udaranya sangat pengap sehingga susah untuk bernafas dan genangan air itu sangat berbau tidak sedap. Penjara pria juga sama dengan penjara wanita, tetapi bedanya penjara pria ini terletak di sebelah kiri pintu belakang dari museum ini dan penjara pria ini lebih tertata dan lebih banyak. Penjara pria ini hanya dipisahkan oleh sekat yang terbuat dari tembok yang kedap suara, gelap karena tidak ada satupun penerangan kecuali dari jendela yang dibuka pada siang hari (penerangan itupun tidak sampai ke pojok dalam penjara), udaranya sangat pengap. Di pojok  dalamnya terdapat batu-batu besar dan kecil juga rantai yang dipakai oleh Belanda untuk memasung tahanannya agar tidak kabur. Fungsi kedua penjara ini sama, yaitu untuk memenjarakan orang-orang yang melawan atau membantah perintah Belanda.







Kemudian kami menjelajahi taman belakang museum. Terdapat bangku, sumur tua dan patung yang membuat taman ini lebih menjadi indah.
                       








Setelah puas melihat isi koleksi museum di lantai 1 kamipun menaiki tangga menuju lantai 2 untuk melihat koleksi museum.
Di lantai 2 terdapat bangku dengan arsitek bergaya neoklasik dengan kayu jati serta ranjang, dan lukisan orang Belanda.

           






           








Kami paling suka memandang ke bagian bawah kawasan Kota Tua dari lantai 2 karena jelas terlihat antusias pengunjung Kota Tua Jakarta. Itulah hal menarik bagi kami dari Museum Fatahilliah Kota Tua dengan udara segar dari pintu yang umurnya jauh lebih tua dari kami. Setelah puas mengelilingi isi Musuem serta melihat semua isi koleksi dari Museum Fatahillah kamipun turun kebawah untuk keluar dan kami menemukan tulisan Belanda di dinding yang berupa plang Peringatan Pembangunan Museum Fatahillah yang dahulunya adalah Balai Kota. Selain itu di bagian belakang Museum Fatahillah terdapat penjara bawah tanah serta taman mungil berupa tempat duduk dengan pepohonan.
Tulisan Belanda
Begitulah kira-kira pengalaman menarik mengunjungi Museum Fatahillah dan kawasan murah Kota Tua bersama teman-teman.


KELEBIHAN :
1.      Kita dapat mengetahui (menambah wawasan) sejarah dari salah satu museum yang ada di Jakarta.
2.      Di museum ini terdapat cafe bernuansa Jakarta tempoe dulu.
3.      Ada toko-toko souvenir untuk membeli buah tanggan untuk keluarga kita di rumah
4.      dilengkapi juga dengan fasilitas yang sangat lengkap seperti mushola, ruang rapat, aula, serta taman.
5.      Kita lebih dapat menghargai dan mencintai budaya yang ada di Indonesia. Khususnya budaya Jakarta tempo dulu.
6.      Museum ini juga merangkap sebagai tempat wisata yang harga tiketnya terjangkau oleh semua kalangan.
7.      Mudahnya sarana transportasi.
8.      Letak tempatnya Strategis.
9.      Museum Fatahillah memiliki berbagai pusaka bersejarah yang sangat bernilai.
10.  Menjadi salah satu tempat wisata yang mendidik.
11.  Selain museum, disekitar wilayah kota tua terdapat berbagai sudut menarik yang dpaat digunakan untuk mengasah keahlian fotografi.
12.   Menjadi salah satu tempat wisata terkenal dan ter-ramai di Jakarta.
13.  Karena saat ini museum Fatahillah sudah memiliki identitas tersendiri yang membedakannya dengan museum-museum lainnya. (yaitu dengan mewajibkan menggunakan sandal sebelum masuk ke dalam museumnya dan selama mengelilingi area museum fatahillah tersebut).
KEKURANGAN :
1.      Disekitar museum masih banyak sampah-sampah yang berserakan.
2.      Kurangnya penataan tempat.
3.      Masih banyaknya pengemis dan pengamen di area museum ini.
  1. Pengelola museum di sekitar wilayah Kota Tua masih belum baik.
  2.  Banyak benda bersejarah yang rusak karena tidak dirawat atau kurang perawatan dengan baik.
  3. Pengunjung masih kurang sadar atas kebersihan serta ketertiban saat mengunjungi tempat wisata ini.
KESIMPULAN
Museum kota tua adalah salah satu tempat wisata sejarah yang wajib dikunjungi karena kita mendapatkan informasi tentang perkembangan sejarah kota tua dari masa ke masa. Terlebih lagi museum ini memberikan pengunjung lain pengalaman, termasuk juga khususnya bagi kelompok kami. Museum ini juga memberikan kita inspirasi dan objek objek menarik untuk berfoto bersama karena museum ini bukan hanya sekedar museum tetapi juga dijadikan tempat untuk objek wisata dengan arsitektur bangunannya yang menarik dan masih dengan tempo dulu. Tetapi dikawasan ini masih banyak pengamen, pengemis dan sampah-sampah yang berserakan dimana-mana. Membuat sekeliling kawasan kota tua dan museum ini menjadi kotor sehingga kita tidak merasa terlalu nyaman melihatnya.
SARAN

Pemerintah harusnya bisa lebih mengatur tempat ini sebagai tempat pariwisata yang nyaman dikunjungi turis lokal maupun mancanegara, potensi yang dimiliki Kota Tua sebagai tempat wisata sungguh besar, mengingat tempat ini memiliki sejarah yang menarik Dan tempatnya yang strategis. Seperti yang sudah di tulis di atas, tempat ini memiliki kekurangan dalam hal kebersihan, hal ini tidak sepele, karena kebersihan suatu tempat wisata menjadi tolak ukur seberapa baik, dan seberapa pantasnya tempat itu dikunjungi. Mungkin utuk pengunjung yang berasal dari daerah sekitar tidak mempedulikannya, tapi ini sangat dinilai oleh pengunjung mancanegara. Pemerintah juga setidaknya harus bisa mempromosikan tempat ini, dengan mengadakan acara-acara atau semacam festival tahunan. Dengan begitu nama Kota Tua Jakarta akan semakin terdengar keseluruh dunia. Banyak tempat wisata di luar negeri yang mempromosikan tempatnya dengan cara ini, mengadakan festival tahunan yang mengundang wisatawan daris seluruh belahan dunia.

Minggu, 26 April 2015

NAMA   : DICKY PUTRA PRADANA
KELAS    : 2EA18
NPM      : 12213426
TUGAS   : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

1.
Sahabat…
kau adalah temanku yang sejati
kau menemaniku di kala aku senang maupun sedih

oh,sahabatku

kau adalah temanku yang paling baik bagiku
terkadang kita bertengkar

sahabat…

betapa senangnya aku mempunyai sahabat sepertimu
bagiku kau adalah cahaya bintang yang bersinar
bersinar terang dihadapanku

sahabatku…

apakah kau tahu kalau aku kesepian jika kau tidak masuk sekolah?
walau dalam keramaian aku masih merasa sepi

sahabatku…

kau yang membantuku di kala aku susah maupun senang
emas permata pun tidak bisa mengalahkannya

puisi ini karya : alfie zalfa

2
Sahabat..
Kau Teman yang selalu menghiburku
di saatku sedihhh…
di saatku senanggg…
dan lainnya

Oh Sahabat

Kau Memang Teman yang terbaikku bagiku
Kau juga membantuku saat aku sedang susah
apa caraku membalasnyaaa?

Sahabatt…

kenanganku bersamamu akan slalu kuingat dan ku kenang

karya : gita jiwandaru

3.
Kita Sering Tertawa dan Bercanda Bersama.
Susah,Sedih dan Senang Telah kita lewati.
Makan Sepiring Bersama, kita tidak malu.
Di sekolahan Berantam Kita hadapi bersama.

Kini Semua Tlah Menjadi Masalalu dan kita Kenang .

Kau Sering Di hukum guru, aku juga ingin di hukum .

terlalu Banyak Kenangan Yg kita lewati Bersama.

Sekarang kita Sudah Berpisah dan Aku merasa Rindu,
dengan Masa lalu Kita Itu.

terkadang Aku bisa Mengeluarkan Air Mata,

jika Mengingat Masa Lalu Kita Itu.

Kita Untuk Selamanya.


Karya:Isac Septian L Tobing

4.
Membuang Uang dari Pesawat

Tiga orang anggora DPR yang terkena kasus korupsi sedang berada di penerbangan di pesawat Angkatan Udara. Anggota pertama mengeluarkan uang 100 ribu dan berkata, "Aku akan membuang uang ini dan membuat seseorang di bawah senang."
Anggota ke dua tidak ingin mau kalah mengatakan,
"Kalau itu, saya akan membaginya menjadi dua 50 ribuan dan membuangnya turun. Itu akan membuat dua orang di bawah senang."
Tentu saja anggota ke tiga tidak ingin dua kandidat ini mengalahkan dia, lalu dia berkata,
"Saya malah akan mengambil sepuluh lembar uang 10 ribuan dan membuang mereka, dan membuat 10 orang sedikit lebih bahagia."
Pada titik ini pilot yang telah mendengar semua bualan ini dan tidak tahan lagi, lalu keluar ke kabing penumpang dan mengatakan,
"Jika saya membuang kalian bertiga keluar dari pesawat ini, aku akan membuat 200 juta orang Indonesia berbahagia!"
                                                           
Sumber: http://www.ketawa.com/2014/10/10637-membuang-uang-dari-pesawat.html#ixzz3YPLFguIb

5.

 

Perang Lebih Mudah Daripada Politik


Seorang purnawirawan tentara telah gagal ikut dalam kampanye pemilihan anggota DPR karena hanya kurang beberapa suara saja. Suatu waktu, ada wartawan yang mewawancarainya.
 "Bagaimana, jika kita perbandingkan antara perang dan politik mana yang lebih sulit Pak?"

"Sudah tentu perang jauh lebih mudah daripada politik donk. Asalkan kita melihat seragamnya, maka kita segera akan mengetahui siapa orang kita dan siapa musuh."




6.
KEHIDUPAN KATA KATA MOTIVASI

Kata adalah jendela hati. Manusia diberkahi dengan organ-organ pengecup yang sempurna,tentunya agar manusia dapat dengan leluasa mengutarakan maksud hatinya lewat bahasa lugas. Kata yang kemudian dirangkai menjadi kalimat  menjadi bermacam-macam bentuknya., ada yang menimbulkan efek positif maupun negatif ,tergantung bagaimana si pemilik lidah menggunakannya. Kata-kata juga bisa berperan sebagai motivator ditengah peliknya problematika kehidupan. Kata-kata Motivasi Kehidupan biasanya berasal dari kejadian nyata yang terjadi pada penulisannya,tetapi tak jarang juga hanya rekaan dengan tujuan memotivasi lingkungan sekitarnya







7.
Banjir DKI Jakarta, Siapa yang Salah?
Di sela-sela warga jakarta kebanjiran, para Mantan Gubenur dan Gubernur saling berdebat. Coba simak kata-kata obrolan para mantan Gubernur DKI saat meninjau banjir...

Sutiyoso : "Zaman saya dulu banjirnya gak separah ini lho Fok..!!"

Foke : "Apalagi Zaman saya mas Yos... Gak pernah banjir sebesar ini..."

Jokowi : "Sudah... sudah... kalian ndak usah ribut, memang yang salah itu saya, kenapa TELAT JADI Gubernur DKI..."


8

PENGERTIAN GLOBALISASI
Globalisasi adalah proses menyatunya dunia ke dalam satu kesatuan sistem yang sama. Globalisasi lahir dari adanya ilmu pengetahuan dan tekno;ogi, khususnya komuikasi dan transportasi. Akibat perkembangan tersebut, informasi menjadi demikian cepat menyebar ke berbagai pelosok bumi. Kejadian di tempat yang jauh hanya dengan beberapa jam, bahkan detik informasinya menyebar dengan cepat.
Pengaruh Dari Aspek Politik.
Pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat




9.
Kehidupan Masyarakat Bangka Belitung Dan Kritik Terhadap Ekonomi di Negara Indonesia

Di pulau timah ini, yaitu pulau Bangka Belitung sebagian besar mayoritas penduduknya adalah Melayu dan Chinese, dan sebagian besar penduduknya menggunakan kendaraan roda dua. Walaupun terkesan mempunyai banyak perbedaan dalam Agama, berbahasa, suku, budaya, tetapi kehidupan Masyarakat di Pulau Bangka Belitung tetaplah rukun dan memiliki toleransi yang kuat terhadap orang lain, bahkan dikenal oleh masyarakat dari luar bahwa masyarakat Bangka Belitung ramah tamah dan menyenangkan. Hal itu bukanlah hanya sekedar berita bohong atau tipuan, nyatanya saat terjadi peristiwa menggemparkan pada tahun 1998 di Indonesia pada saat terjadi revolusi dari orde baru menuju reformasi, keadaan di Indonesia sangatlah memprihatin dan banyak terjadi kerusuhan dan aksi membunuh (terutama di Pulau Jawa). Keadaan pada saat itu di Pulau Bangka Belitung sangatlah berbeda, masyarakat Bangka Belitung bersikap seperti biasanya yaitu saling menjaga kerukunan dan hidup damai. Saat itu sudah membuktikan bahwa kerukunan dan sikap tolerangi di masyarakat Bangka Belitung sudah menjadi kebiasaan dan budaya turun temurun di sesamanya



10
Perkembangan pariwisata di BABEL kondisi terkini :
Pada tahun 2013, di Kepulauan Bangka Belitung terdapat 121 hotel/losmen dengan 3.470 kamar tidur dan 5.303 tempat tidur. Dari 238.405 kunjungan tamu di Kepulauan Bangka Belitung di tahun 2013, sebanyak 99,15 persen adalah tamu domestik dan 0,85 persen turis asing.
Hotel berbintang dan resort yang beroperasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, antara lain Hotel Novotel, Hotel Aston, Hotel Santika, Hotel Bumi Asih, Hotel Grand Mutiara, Parai Beach and Resort, Tanjung Pesona Beach and Resort, Grand Bahamas, Grand Hatika, Lor-in Resort, dan lain-lain.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki banyak wisata pantai dengan ciri khas pasir putih dan batu-batu granit raksasa. Pantai yang terkenal di Pulau Bangka adalah Pantai Parai, Matras, Tanjung Pesona, Batu Bedaun, Romodong, Tanjung Kelian, Pantai Rebo, Pantai Teluk Uber, Pantai Pasir Padi, dan lain-lain. Sementara pantai yang terkenal di Belitung, yaitu Pantai Tanjung Kiras, Pantai Tanjung Pendam, Pantai Tanjung Kelayang, Desa Nelayan Tanjung Binga, dan lain-lain.


Rabu, 21 Januari 2015

Ekonomi Koperasi Tugas 11 Tantangan dan peluang MEA 2015

Nama : DickyPutra Pradana
Kelas : 2EA18
NPM : 12213426




Tantangan dan Peluang Koperasi dalam menghadapi ASEAN (MEA) 2015
1. Latar Belakang
Masih banyak pertanyaan tentang jalan menuju masyarakat ekonomi ASEAN 2015. Manila, (Analisa). Negara-negara anggota ASEAN (Perhimpunan Negara Asia Tenggara) cukup komit untuk merealisasikan apa yang disebut Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) per 2015 dengan potensi masing-masing untuk tumbuh dan kesiapannya dalam menghadapi berbagai tantangan yang melingkupi proses pembentukan AEC tersebut. Integrasi ASEAN menjadi isu penting yang tidak bisa diabaikan begitu saja, khususnya oleh Pilipina, kata analis yang juga mitra pelaksana dan CEO, perusahaan audit, perpajakan dan jasa konsultan Management Association of the Philippines.
Isu itu terangkat pada P&A CEO Business Forum tentang “Jalan Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015: Dengan Memaksimalkan Peluang dan Menghadapi Tantangan” 23 Oktober lalu. Analisis tadi mengatakan, integrasi ASEAN berimplikasi sangat luas yang mempengaruhi tidak hanya kehidupan rakyat Pilipina tapi juga sekitar 600 juta rakyat negara. Asia Tenggara. Deputi Sekjen ASEAN, Dr. Lim Hong Hin sebelumnya mengatakan, usaha menuju sebuah masyarakat ekonomi terpadu sebenarnya sudah dimulai sejak dini di tahun 1992. Kita sangat senang mendengar bahwa berdasarkan catatan yang digunakan untuk memonitor kemajuan yang dicapai berbagai negara berbeda, ternyata semuanya komit terhadap integrasi ASEAN, dan melaksanakan segala sesuatunya dengan baik dengan mematuhi segala ketentuan, termasuk oleh Pilipina.
2. Permasalahan
– Apa siap bersaing dalam masyarakat terpadu?
– Bagaimana dunia bisnis akan terpengaruh bila tahun 2015 tiba?
– Apa yang bisa mereka perbuat untuk memaksimalkan peluang yang tersedia?
– Bagaimana mengatasi semua konsekuensi yang tidak dikehendaki?
– Apakah semua negara, terutama Pilipina siap bersaing di dalam sebuah masyarakat terpadu?
3. Methode Penulisan
Kalimantan Barat untuk dapat memiliki pandangan yang optimis dalam melihat tantangan dan peluang yang ada dari Komunitas Ekonomi ASEAN 2015. Bapak I Wayan Dipta, Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKM menyampaikan apabila Indonesia tidak mendorong daya saing dan nilai tambah atas barang/produk yang diproduksi, maka Indonesia dapat kehilangan perannya di kawasan dan menjadi objek kemajuan pembangunan di kawasan tanpa memperoleh keutungan yang maksimal.
Oleh karena itu, program kebijakan penguatan daya saing telah mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, antara lain penguatan UKM nasional. Hal tersebut penting untuk memfasilitasi UKM nasional yang berdaya saing tinggi, inovatif, dan kreatif, serta mampu melakukan perluasan pasar dari Komunitas Ekonomi ASEAN. Ubah Segmentasi Ekonomi Masyarakat ASEAN 2015 jadi Sebuah Peluang. Jakarta, MADINA): Asosiasi Kosmetik Indonesia siap menghadapi tantangan era masyarakat ekonomi ASEAN-Cina pada 2015 pada sektor kosmetik dan jamu. Dalam menghadapi era tantangan masyarakat ekonomi ASEAN 2015, pihaknya akan banyak sekali menjual jasa, dalam bentuk spa, dan salon dari dalam negeri. Industri kecil dan menengah (IKM) baik industri jamu dan kosmetik sudah siap bersaing, telah menjadi pemenang, menjadi nyonya, dan tuan rumah di negara sendiri, kata Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Kosmetik Indonesia (Ketum Perkosmi) Dra Nuning S Barwa Apt MBA kepada wartawan usai acara Pembukaan Pameran dan Workshop Produk Industri Kosmetik dan Jamu di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (11/10). Acara ini dibuka langsung Menteri Perindustrian (Menperin) Ir Mohamad Sulaeman Hidayat SE.
Menurut Nuning, Asosiasi Perkosmi juga telah mempersiapkan anggota “anggotanya
untuk menyiapkan tenaga-tenaga skill (terampil) dan profesional pada industri kosmetik agar kalau ada peluang kerja di luar negeri atau di Negara Filipina sebagai salah satu negara tren kosmetik di wilayah ASEAN, tenaga kosmetik dari Indonesia bisa diterima kerja di negara luar.
 Asosiasi Perkosmi akan menyiapkan industri kecil terutama industri rumah tangga kecil dan menengah, yakni Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), agar mampu mengikuti aturan kosmetik di tingkat ASEAN. Menjadi pelaku ekonomi global. Integrasi ekonomi dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku usaha nasional (BUMN, swasta, koperasi, dan UKM). Pemahaman bahwa pelaku usaha Indonesia lebih perlu fokus hanya pada pasar domestik di tengah membesarnya kelas menengah nasional hanya akan mengurangi pemanfaatan potensi terbukanya pasar ASEAN. Integrasi kawasan atau regionalisasi juga memberikan peluang usaha, pasar,basis produksi dan investasi pagi pelaku usaha nasional di tingkat regional. Seminar “Pengembangan Kewirausahaan Perempuan Menghadapi Komunitas Ekonomi ASEAN 2015”. Komunitas Ekonomi ASEAN (KEA) telah dilengkapi dengan Cetak Biru (Blueprint) yang mengidentifikasi langkah-langkah integrasi ekonomi yang akan ditempuh melalui implementasi berbagai komitmen yang rinci dengan sasaran dan target waktu yang jelas.
KEA mempunyai empat karakteristik utama yakni mewujudkan ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi, kawasan ekonomi yang berdaya saing tinggi, kawasan dengan pembangunan ekonomi setara, dan kawasan yang terintegrasi ke dalam ekonomi global. Dalam menghadapi pembentukan KEA, salah satu kerja sama yang dikembangkan ASEAN adalah pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Salah satu dasar pertimbangannya adalah bahwa UKM mencakup sekitar 90% dari keseluruhan perusahaan di ASEAN. ASEAN telah mengesahkan ASEAN Policy Blueprint for SMEs Development 2004-2014, yang bertujuan untuk menjamin adanya transformasi UKM ASEAN yang memiliki daya saing, dinamis, dan inovatif.
Bagi Indonesia, UKM memiliki peran dan kontribusi yang besar bagi perekonomian nasional. Menurut data BPS, pada 2009 UKM menyumbang sekitar 53.3% dari total Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Kebanyakan UKM tersebut bergerak di sektor pertanian, perdagangan, industri, dan keuangan. Yang mengesankan, peran perempuan dalam pengembangan UKM Indonesia ternyata sangat signifikan. Sebagaimana dilaporkan MasterCard baru-baru ini, pertumbuhan UKM yang dimiliki perempuan di Indonesia ternyata berada di peringkat ke tiga tertinggi di Asia Pasifik. Hal ini tentunya merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi kaum perempuan, terutama di tengah upaya Pemerintah mendorong kewirausahaan sebagai salah satu sektor penggerak aktivitas ekonomi. Provinsi Sumatra Barat, Hadapi Ekonomi Global Sumbar Perkuat Lokal.Asean Economic Community tahun 2015. Ketua DPD RI Irman Gusman melakukan serangkaian kegiatan di Sumatera Barat, setelah peresmian pemberian nama jalan simpang Duku-BIM, jalan Mr. Sutan Moh. Rasyid. Di hari yang sama, sorenya melakukan pencerahan seminar dihadapan kalangan pengusaha dan pelaku ekonomi Sumatera Barat di Auditorium Gubernuran, Kamis (28/2). Hadir dalam kesempatan tersebut wakil gubernur Muslim Kasim, Forokpinda Sumbar, kepala SKPD terkait, staf ahli gubernur bidang SDM dan kemasyarakatan, Surya Budhi, staf ahli gubernur bidang keuangan dan ekonomi, Kabiro Ekonomi, Kabiro Humas, Irwan.
Wakil gubernur Muslim Kasim dalam kesempatan tersebut menyampaikan, menghadapi tantangan Asean Economic Community tahun 2015, kita mesti mampu mengimplentasikan pembangunan berbasis potensi lokal, serta berupaya meningkatkan daya saing dalam kancah ekonomi global. Siap tidak siap kondisi mesti kita sikapi secara arif dan bijaksana dengan memperkuat basis ekonomi UKM menumbuhkan semangat kecintaan terhadap produksi sendiri.
Keunggulan UMKM dibandingkan usaha besar antara lain: (Nagel 2012)
1) Inovasi teknologi mudah dilakukan dalam upaya pengembangan produk.
2) Hubungan kemanusiaan yang akrab terjalin dalam usaha kecil.
3) Kemampuan menciptakan kesempatan kerja cukup banyak atau penyerapan tenaga kerja cukup tinggi.
4) Memilik fleksibilitas dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap kondisi pasar yang berubah dengan cepat.
5) Terdapat manajerial yang dinamis dan peran kewirausahaan.
Dari keunggulan-keunggulan tersebut, yang paling menonjol adalah adanya kemampuan penyerapan tenaga kerja. UMKM lebih fleksibel daripada USB (Unit Skala Besar). Hal ini terjadi karena pengambilan keputusan dan inovasi pada USB sering terhambat oleh birokrasi yang kaku. Peran Strategik UMKM. UMKM memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian riil Indonesia. UMKM berperan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Data dari BPS 2012 menunjukkan bahwa kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia tahun 2011 sebesar 56,6% dan menyerap 97% dari tenaga kerja nasional. UMKM juga berkontribusi dalam penambahan devisa negara dalam bentuk penerimaan ekspor sebesar 27.700 milyar dan menciptakan peranan 4,86% terhadap total ekspor (Yoga, 2011 dalam Nagel 2012). Kontribusi UMKM terhadap devisa negara tersebut jauh lebih kecil daripada kontribusi usaha besar, sehingga UMKM lebih diberdayakan.
UMKM juga berperan dalam pembentukan investasi nasional. Investasi UMKM mengalami peningkatan dari waktu ke waktu selama periode 2000 – 2011. Berdasarkan laporan statistik usaha kecil menengah pada berbagai edisi antara tahun 2000-2011, dapat diketahui bahwa tahun 2000 investasi UMKM sebesar Rp 133,08 triliun dan meningkat menjadi Rp 275,27 triliun pada tahun 2005. Selain itu UMKM juga berkontribusi dalam upaya pemerataan pendapatan masyarakat Indonesia. Eksistensi UMKM dapat meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat yang berkecimpung di sektor UMKM baik sebagai pemilik usaha maupun sebagai karyawan. (Lantum et.al , 2012 dalam Nagel 2012)
4. Kandungan Teori Keilmuan
penerapan teori Ekonomi Biru Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015: memperkuat sinergi ASEAN 2008 ‎Economic development teori ekonomi mikro Selain itu cetak biru MEA yang menggambarkan road map menuju pasar tunggal dan basis produksi.


5. Hasil yang diharapkan
– Analisis komprehensif terkait posisi dan kesiapan Indonesia menghadapi MEA 2015 terhadap kepentingan kedaulatan pangan dan kesejahteraan rakyat, khususnya petani dan nelayan.
– Dokumen rekomendasi yang akan diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat RI.
6. Upaya mengatasi masalah
Upaya-upaya perluasan kesempatan kerja harus terus dilakukan, di dunia usaha bisa berupa tersedianya kesempatan kerja di sektor usaha formal, usaha informal, hingga bekerja mandiri sebagai wirausaha.
7. Kesimpulan
Beberapa tantangan MEA, seperti lapangan tenaga kerja yang ada di Indonesia hanya akan menaikkan angka pengangguran itu sendiri, karena tidak berdampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat Indonesia, khususnya buruh yang tidak memiliki sertifikasi pendidikan seperti buruh-buruh yang didatangkan dari China, bahkan Vietnam yang tidak lebih baik tingkat kesejahteraan pekerjanya dari Indonesia. Bila Indonesia tidak siap, maka aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil dan modal, terlihat sebagai ancaman daripada peluang. Tantangan lainnya adalah jurang horizontal antara negara dengan kelas ekonomi maju dan yang masih menengah dan maju. Jurang vertikal antara negara yang demokratis liberal dan masih otoriter. Bagaimana kita membangun komunitas kalau nilai-nilai yang menjadi pengikat berbeda dan taraf kehidupan berbeda. ASEAN Economic Community yang dibentuk dengan misi menjadikan perekonomian di ASEAN menjadi lebih baik serta mampu bersaing dengan Negara-negara yang perekonomiannya lebih maju dibandingkan dengan kondisi Negara ASEAN saat ini. Selain itu juga dengan terwujudnya ASEAN Community yang dimana di dalamnya terdapat AEC, dapat menjadikan posisi ASEAN menjadi lebih strategis di kancah Internasional, kita mengharapkan dengan terwujudnya komunitas masyarakat ekonomi ASEAN ini dapat membuka mata semua pihak, sehingga terjadi suatu dialog antar sektor yang dimana nantinya juga saling melengkapi diantara para stakeholder sektor ekonomi di Negara negara ASEAN ini sangat penting. Tantangan Indonesia ke depan adalah mewujudkan perubahan yang berarti bagi kehidupan keseharian masyarakatnya. Semoga seluruh masyarakat Indonesia kita ini bisa membantu untuk mewujudkan kehidupan ekonomi dan sosial yang layak agar kita bisa segera mewujudkan masyarakat ekonomi ASEAN tahun 2015.
Peluang yang sudah terbuka ini, kalau tidak segera dimanfaatkan, kita akan tertinggal, karena proses ini juga diikuti gerak negara lain dan hal itu terus bergulir. Kita harus segera berbenah diri untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia Indonesia yang kompetitif dan berkulitas global. Menuju tahun 2015 tidaklah lama, Sudah siapkah kita akan Tantangan dan peluang bagi kalangan profesional muda kita/mahasiswa untuk tidak terbengong-bengong menyaksikan lalu-lalang tenaga asing di wilayah kita?. Bapak I Wayan Dipta, Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKM menyampaikan apabila Indonesia tidak mendorong daya saing dan nilai tambah atas barang/produk yang diproduksi, maka Indonesia dapat kehilangan perannya di kawasan dan menjadi objek kemajuan pembangunan di kawasan tanpa memperoleh keutungan yang maksimal.
8. Saran
Jika Indonesia mampu mengantisipasi, pengaruh liberalisasi akan mengarah pada efisiensi pasar jasa. Dampaknya adalah pilihan bagi konsumen meningkat, produktivitas meningkat, serta persaingan yang lebih sehat di dorong. Pencapaian MEA dilakukan melalui empat tahapan strategis, meliputi : pencapaian pasar tunggal dan kesatuan basis produksi, kawasan ekonomi yang berdaya saing, pertumbuhan ekonomi yang merata dan terintegrasi dengan perekonomian global. Menghadapi tantangan itu HIPMI mulai menyiapkan sejumlah langkah menghadapi persaingan ekonomi pada 2020. “Indonesia harus menjadi pemain dalam komunitas ekonomi ASEAN,” kata Oktohari. Untuk menghadapi itu semua, paparnya, mulai saat ini HIPMI telah mengambil sejumlah langkah antara lain menyiapkan dan memberikan mentoring pada pengusaha pemula agar mampu menghadapi persaingan baik di dalam negeri, kawasan dan global. Selain itu, katanya, HIPMI juga memberikan perhatian pada pengusaha-pengusaha lokal atau di daerah agar dapat mengembangkan usahanya sekaligus memperluas pasar produksi barang-barang mereka. Program kebijakan penguatan daya saing telah mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, antara lain penguatan UKM nasional. Hal tersebut penting untuk memfasilitasi UKM nasional yang berdaya saing tinggi, inovatif, dan kreatif, serta mampu melakukan perluasan pasar dari Komunitas Ekonomi ASEAN.
9. Daftar Pustaka
14/10/2012http://suarajakarta.com/2012/10/14/kesiapan-masyarakat-indonesia-menuju-masyarakat-ekonomi-asean-2015/
http://dimastidano.wordpress.com/2012/11/28/masyarakat-ekonomi-asean-2015-peluang- atau-14ancaman/
http://ekbis.sindonews.com/read/2012/11/26/39/691517/menjadi-pelaku-ekonomi-global.
http://hminews.com/opini/tantangan-indonesia-dalam-menghadapi-masyarakat-ekonomi-asean-mea-2015/
http://kabarbisnis.com/read/2832872
http://kemlu.go.id/Pages/PressRelease.aspx?IDP=1054&l=id
http://kemlu.go.id/Pages/PressRelease.aspx?IDP=1377&l=id
http://www.analisadaily.com/news/read/2012/10/31/84452/jalan_menuju_masyarakat_ekonomi_ asean_2015/#.USzG9KUa6AN (diakses Sabtu 2 Maret 2013; 22.42) http://www.beritasatu.com/asia/41368-masyarakat-ekonomi-tunggal-asean-2015.html
http://www.madina.co.id/index.php/ekonomi/9659-ubah-segmentasi-ekonomi-masyarakat-asean-2015-jadi-sebuah peluang
http://www.padang-today.com/?mod=berita&today=detil&id=42699
http://www.uksw.edu/id.php/info/detail/type/fokus/stamp/1355915296/title/tantangan-dan- peluang-indonesia-hadapi-asean-economic-community-di-seminar-feb